Friday, March 30, 2012

Tentang Zodiak

ILMU NUJUM (ILMU PERBINTANGAN)
Munajjim (ahli nujum juga termasuk dalam katagori peramal menurut apa yang diistilahkan oleh sebagian ulama 2. Di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari hadits Zaid bin Khalid Al-Juhani, ia berkata :
صلى لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم صلاة الصبح بالحديبية على إثر سماء كانت من الليلة فلما انصرف أقبل على الناس فقال هل تدرون ماذا قال ربكم قالوا الله ورسوله أعلم قال أصبح من عبادي مؤمن وكافر فأما من قال مطرنا بفضل الله ورحمته فذلك مؤمن بي وكافر بالكوكب وأما من قال بنوء كذا وكذا فذلك كافر بي ومؤمن بالكوكب
”Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah mengimami kami shalat Shubuh di Hudaibiyyah setelah semalamnya turun hujan. Ketika usai shalat, beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam berbalik menghadap kepada para shahabat radliyallaahu ‘anhum lantas bersabda : ‘Tahukah kalian apa yang difirmankan Rabb kalian ?’. Para shahabat menjawab : ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui’. Allah berfirman : ‘Di kala pagi ini, diantara hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada pula yang kafir’. Adapun orang yang mengatakan : ‘Telah turun hujan kepada kita berkat karunia dan rahmat Allah’, ia telah beriman kepada-Ku dan kafir terhadap bintang-bintang. Sedangkan orang-orang yang berkata : ‘Telah turun hujan kepada kita karena bintang ini dan bintang itu, maka ia kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang’” 3
Imam Bukhari berkata di dalam kitab Shahihnya : Qatadah berkata : “Allah menciptakan bintang-bintang ini untuk tiga hal :
1. Sebagai penghias langit
2. Sebagai pelempar syaithan
3. Dan sebagai tanda bagi orang yang untuk mengenali arah.
Maka barangsiapa menafsirkan selain itu, ia telah salah dan menyia-nyiakan bagiannya dan memaksakan diri dalam sesuatu yang ia tidak mengetahuinya”.4
Ilmu Nujum ada dua macam : 5
Pertama : ‘Ilmu At-Ta’tsiir, yaitu ilmu nujum yang meyakini bahwa bintang-bintang mempunyai pengaruh terhadap keadaan alam semesta. Ilmu ini termasuk syirik dan bukan termasuk ilmu yang bermanfaat. Penjelasan yang lainnya tentang definisi ilmu at-ta’tsiir yaitu menjadikan keadaan bintang, planet, dan benda angkasa lainnya sebagai dasart penentuan berbagai peristiwa di bumi, baik sebagai sesuatu yang berpengaruh mutlak maupun hanya sebagai isyarat yang menyertai peristiwa-peristiwa bumi. Jika dia percaya bahwa keadaan itu adalah faktor yang berpengaruh mutlak atas peristiwa-peristiwa bumi – dengan tidak membedakan baik karena kekuatan internalnya maupun karena izin Allah – maka ia dinyatakan musyrik dengan tingkatan syirik besar dan telah keluar dariIslam. Tetapi jika ia percaya bahwa keadaan itu hanya merupakan isyarat yang menyertai peristiwa-peristiwa bumi, maka ia dinyatakan sebagai musyrik dengan tingkatan syirik kecil yang bertentangan dengan kesempurnaan tauhid. Perbintangan tidak berpengaruh terhadap peristiwa-peristiwa yang ada di bumi. Anggapan tentang perbintangan berpengaruh terhadap peristiwa-peristiwa di bumi adalah termasuk berkata sesuatu atas Nama Allah ta’ala tanpa ilmu.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
من اقتبس علما من النجوم اقتبس شعبة من السحر زاد ما زاد
”Barangsiapa mempelajari satu cabang dari ilmu nujum, maka sesungguhnya ia telah mengambil satu bagian dari ilmu sihir, semakin bertambah (ilmu yang ia pelajari), semakin bertambah pula (dosanya)” 6
Kedua : ‘Ilmu At-Tas-yiir, yaitu ilmu Nujum yang tujuannya untuk memudahkan arah tujuan dalam perjalanan dan kemaslahatan agama. Penjelasan yang lainnya tentang definisi ilmu at-tas-yiir yaitu menjadikan keadaan bintang dan benda angkasa sebagai petunjuk penentuan arah mata angin dan letak geografis suatu negara dan semacamnya. Jenis ini dibolehkan dalam Islam. Dari sinilah munculnya Hisab Takwim (penanggalan), pengetahuan tentang akhir musim dingin dan panas, waktu-waktu pembuahan (tumbuhan dan hewan), kondisi cuaca, hujan, penyebaran wabah penyakit dan semacamnya.
dan penjelasan tentang point no 2 yang berisi “Sebagai pelempar syaithan”
adalah
Pelempar syaithan itu adalah syihab, sebagaimana firman Allah :
إِنّا زَيّنّا السّمَآءَ الدّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ * وَحِفْظاً مّن كُلّ شَيْطَانٍ مّارِدٍ * لاّ يَسّمّعُونَ إِلَىَ الْمَلإِ الأعْلَىَ وَيُقْذَفُونَ مِن كُلّ جَانِبٍ * دُحُوراً وَلَهُمْ عَذابٌ وَاصِبٌ * إِلاّ مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
“Sesungguhnya kami telah menghiasi langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. Dan telah memeliharanya dari syaithan-syaithan yang durhaka. Syaithan-syaithan itu tidak dapat memperdengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat, dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barangsiapa (diantara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan) maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang” [Ash-Saffaat : 6-10]
Dan firmanNya :
وَلَقَدْ زَيّنّا السّمَآءَ الدّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُوماً لّلشّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السّعِيرِ
“Sesungguhnya kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan kami jadikan bintang-bintang itu sebagai alat pelempar syaithan, dan kami sediakan bagi mereka siksa yang menyala-nyala” [Al-Mulk : 5]

Sumber : http://muslimstory.wordpress.com

0 comments:

Post a Comment

aaaaaa